Ini adalah Motor cub pertama saya, sebuah Motor Astrea Grand jebolan 1991 yang akhirnya saya namakan
Si Denoq.
Taufik lagi seneng Motor Jadul? Sebenarnya Alasan saya untuk mengangkat
motor ini adalah tinjauan aspek historisnya. Motor ini dahulu (mulai
1992) adalah Motor milik Ayah Mertua Saya,
yang di turunkan kepada anak tertuanya (kakak ipar saya). Pemakai terakhir adalah keponakan saya.

Bagaimana Kondisinya? Jujur . . . . lumayan kacau

Mesin sih jalan, buktinya Motor ini diantar langsung dari Cibubur ke
Bogor oleh keponakan saya. Setelah saya coba . . . ada sedikit kepulan
asap putih keluar dari muffler. . . . hmmm mungkin seher nya dah kena
atau penyebab lain . . . biar nanti AHASS yang mendiagnosa. Bodynya? ha
ha ha . . .fungsi baut sebagai perekat body umumnya sudah digantikan
oleh cabletie. Sayap depan yang seharusnya berwarna putih sudah nggak
ada, pun tutup dop depan ketinggalan di cibubur
Striping
semuanya masih ada walau sudah kelihatan tua, masih ada stiker Federal
Motor ( AHM tempo dulu) di swing arm. Klakson Hidup. Lampu depan dan sen
kanan-kiri hidup. Lampu rem Mati. Electric Starter mati. Spatbor depan
rusak. Rak dokumen depan copot las-lasannya, sehingga harus diikat
menggunakan kawat. Jok sudah bocor sehingga bila dipakai
berhujan-hujanan, air akan meresap ke busa jok

Ban belakang dah botax abiss.Velgnya dah tipe Cast Wheel, hmmm
sepertinya akan langsung diganti ban tubeless. FYI Motor ini rencananya
pelan-pelan akan direstorasi menjadi mendekati kondisi awal-minus ban
yang tetep cast wheel. Saya akan berusaha hunting parts-parts original
ke semua sentra penjualan parts. Pokoke akan saya kabari setiap ada
perubahan. I’ll pimp my father in law’s ex bike
Posted by Taufik in Ngoprek motor.
Tags: Honda, Honda Astrea Grand, Honda Grand
trackback
Tidak ada komentar:
Posting Komentar